Celer.my.id – Tren penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di kalangan UMKM di berbagai daerah Indonesia makin naik pesat belakangan ini.
Pelaku usaha kecil dari warung makan sampai toko souvenir kini makin banyak yang pasang QRIS karena transaksi non-tunai makin jadi kebiasaan sehari-hari.
Menurut data dari bank Indonesia, hingga awal 2026 jumlah merchant yang pakai QRIS sudah mencapai puluhan juta dan mayoritas adalah pelaku UMKM.
Hal ini menunjukan bahwa sistem pembayaran digital tidak lagi ada di kota besar saja, tapi juga merambah ke usaha kecil di daerah.
Di beberapa daerah seperti kalimantan timur, UMKM dan warga semakin nyaman bertransaksi pakai QRIS karena lebih cepat dan tidak perlu bawa uang tunai.
Transaksi semacam ini ternyata juga membantu pedagang kecil buat mencatat penjualan dengan lebih rapi tanpa ribet.
Bank Indonesia dan pihak lain juga giat sosialisasi penggunaan QRIS supaya UMKM makin paham keuntungan memakai sistem ini.
Bahkan di makassar, bandung, tangerang, dan kota lain ada kegiatan khusus yang mengajak pelaku usaha beralih ke pembayaran non-tunai.
Salah satu inovasi terbaru yang lagi diperkenalkan adalah QRIS tap yang gak perlu scan lewat kamera dan cukup lewat sentuhan saja.
Alat ini makin mempermudah pedagang kecil dan konsumen saat belanja, terutama di pasar tradisional dan acara UMKM.
Di desa yosomulyo, banyuwangi misalnya, mahasiswa dan pendamping lokal bantu UMKM setempat buat ikut pakai QRIS lewat pelatihan langsung.
Cara ini dinilai efektif buat bikin pelaku usaha yang sebelumnya ragu jadi lebih percaya diri pakai sistem pembayaran digital.
Meski tren ini makin kuat, beberapa UMKM di daerah masih bilang perlu waktu buat adaptasi karena jaringan internet dan pemahaman teknologi kadang belum merata.
Tapi banyak juga pelaku usaha yang bilang setelah pakai QRIS, transaksi jadi cepat, rapi, dan pelanggan pun merasa senang karena gak perlu cari uang kecil.
Bank Indonesia bahkan mencatat volume transaksi digital melalui QRIS terus tumbuh hingga akhir 2025 lalu, semakin memperkuat peran pembayaran non-tunai dalam ekonomi lokal.
Ini berarti UMKM yang pakai QRIS bisa ikut mendapat keuntungan dari tren belanja digital yang makin populer di Indonesia.
Tren ini juga bikin banyak merchant kecil yang tadinya hanya menerima uang tunai mulai terbuka menerima pembayaran digital karena merasa lebih aman dan tertarik dengan potensi penjualan yang meningkat.
Hal ini jadi bukti nyata bahwa digitalisasi usaha kecil kini bukan lagi sekadar pilihan, tapi mulai jadi kebutuhan sehari-hari.
Penulis: Alya Siti Aisyah