Sahur Simpel tapi Bergizi, Oat Jadi Andalan Selama Puasa

Celer.my.id – Sahur menjadi salah satu kunci utama agar tubuh tetap kuat menjalani puasa seharian penuh.

Karena itu, pemilihan menu sahur perlu diperhatikan supaya energi bisa bertahan lebih lama hingga waktu berbuka.

Belakangan ini, sahur pakai oat semakin sering direkomendasikan oleh berbagai sumber kesehatan nasional.

Oat dinilai praktis, mudah diolah, dan punya kandungan gizi yang cukup lengkap untuk kebutuhan tubuh saat puasa.

Oat merupakan sumber karbohidrat kompleks yang dicerna secara perlahan oleh tubuh. Menurut anjuran dari Kementerian Kesehatan RI, jenis karbohidrat ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

Kandungan serat yang tinggi dalam oat membuat perut terasa penuh lebih lama dibandingkan nasi putih.

Hal ini sangat membantu mengurangi rasa lapar berlebihan dan mencegah tubuh cepat lemas di siang hari.

Selain serat, oat juga mengandung vitamin B yang berperan dalam menjaga energi dan metabolisme tubuh.

Nutrisi ini penting agar tubuh tetap fokus dan tidak mudah mengantuk saat menjalani aktivitas harian.

Agar lebih seimbang, oat disarankan dikombinasikan dengan sumber protein. Tambahan telur rebus, susu rendah lemak, yogurt, atau kacang-kacangan bisa membuat menu sahur lebih lengkap gizinya.

Menurut Persatuan ahli gizi Indonesia, sahur sebaiknya mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, dan cairan yang cukup.

Oat bisa menjadi dasar menu sahur yang mudah dikombinasikan dengan berbagai bahan lain.

Dari segi pengolahan, oat juga terbilang fleksibel dan tidak ribet. Masyarakat bisa mengolahnya menjadi overnight oat, bubur oat hangat, atau oat gurih dengan sayuran.

Bagi yang tidak terbiasa makan manis saat sahur, oat juga bisa diolah dengan rasa asin. Oat gurih dengan ayam suwir atau telur bisa jadi pilihan yang mengenyangkan dan tetap lezat.

Oat juga relatif aman untuk sistem pencernaan karena teksturnya lembut dan mudah dicerna.

Kandungan beta-glucan di dalamnya membantu menjaga kesehatan usus selama pola makan berubah saat Ramadan.

Meski begitu, konsumsi oat saat sahur tetap perlu diperhatikan porsinya. Makan oat berlebihan tanpa lauk pendamping justru bisa membuat kebutuhan gizi tidak terpenuhi secara optimal.

Selain makanan, asupan cairan saat sahur juga tidak boleh diabaikan. Mengonsumsi oat bersama air putih yang cukup membantu mencegah dehidrasi selama puasa.

Dengan perencanaan menu yang tepat, sahur pakai oat bisa menjadi solusi sehat dan praktis.

Menu ini cocok untuk masyarakat yang ingin tetap bertenaga tanpa harus repot menyiapkan makanan berat.Top of Form

Penulis: Alya Siti Aisyah

Leave a Comment