Celer.my.id – Menjalankan ibadah puasa bukan berarti mengabaikan kesehatan fisik dan membiarkan tubuh lemas tak bertenaga sepanjang hari.
Sebaliknya, momen ini merupakan kesempatan emas bagi Anda untuk melakukan detok pada tubuh asalkan strategi pola makannya tepat.
Banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan karena kalap saat berbuka puasa dengan hidangan yang tinggi gula.
Padahal, lonjakan glukosa yang drastis bisa memicu rasa kantuk berlebih dan mengganggu metabolisme tubuh Anda selama berpuasa.
Kunci utama diet sehat di bulan suci ini terletak pada komposisi nutrisi yang Anda konsumsi saat waktu sahur.
Pastikan piring anda didominasi oleh serat dari sayuran dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau gandum utuh.
Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga memberikan cadangan energi yang stabil hingga waktu berbuka.
Tambahkan pula protein berkualitas seperti telur atau dada ayam agar massa otot Anda tetap terjaga dengan baik.
Saat azan magrib berkumandangan, hindari langsung menyantap gorengan atau minuman bersoda yang hanya memberikan rasa kenyang sesaat.
Mulailah dengan air putih dan buah kurma untuk mengembalikan kadar cairan serta gula darah secara alami dan perlahan.
Fakta medis menunjukkan bahwa kurma mengandung kalium dan serat yang sangat baik untuk mempersiapkan pencernaan setelah beristirahat belasan jam.
Setelah sholat magrib, barulah Anda bisa mengkonsumsi makanan berat dengan porsi yang tetap terkontrol dan gizi seimbang.
Jangan lupakan pentingnya hidrasi dengan menerapkan pola minum 2-4-2, yakni dua gelas saat berbuka, empat saat malam, dan dua saat sahur.
Kecukupan cairan sangat dibutuhkan untuk mencegah dehidrasi yang sering kali disalahartikan oleh otak sebagai rasa lapar yang hebat.
Terakhir, cobalah untuk tetap melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan santai menjelang berbuka agar sirkulasi darah tetap lancar.
Diet saat Ramadan bukan tentang menahan lapar semata, melainkan seni mengatur nutrisi agar tubuh tetap prima beribadah.
Penulis: Azhimah Nurfifah Maysa