Mitos vs Fakta: Olahraga Saat Puasa, Aman atau Tidak?

Celer.my.id – Banyak orang bertanya-tanya apakah olahraga saat berpuasa aman atau justru berbahaya bagi kesehatan.

Berbagai anggapan beredar di masyarakat, mulai dari yang mengatakan olahraga dilarang sampai yang menyebut olahraga justru memberikan manfaat kalau dilakukan dengan benar.

Salah satu mitos yang kerap muncul adalah bahwa olahraga saat puasa bisa membuat tubuh cepat lemas atau mengalami gangguan kesehatan.

Faktanya, olahraga ringan sampai sedang tetap dapat dilakukan asalkan waktu dan intensitasnya disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Beberapa orang bahkan percaya bahwa berolahraga saat puasa bisa menurunkan massa otot.

Namun menurut pakar kesehatan, olahraga ringan seperti berjalan cepat, yoga, atau latihan ringan justru dapat membantu menjaga kebugaran dan metabolisme selama puasa.

Waktu melakukan olahraga sangat berpengaruh pada dampaknya terhadap tubuh.

Banyak ahli menyarankan untuk berolahraga sebelum berbuka puasa atau setelah berbuka agar tubuh masih memiliki energi dari makanan dan minuman.

Melakukan aktivitas berat seperti lari cepat atau angkat beban berat tepat saat puasa tanpa asupan nutrisi bisa membuat tubuh cepat kehilangan cairan dan berisiko mengalami dehidrasi.

Bagi yang ingin tetap aktif, pilihan olahraga di sore hari sebelum berbuka bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah tanpa membuat tubuh terlalu lelah.

Beberapa ahli juga menyarankan untuk menghindari olahraga intens beberapa jam sebelum waktu puasa berakhir jika tubuh terasa lelah.

Disisi lain, menjaga asupan cairan setelah berbuka puasa sangat penting agar tubuh cepat pulih setelah berolahraga.

Minum air putih yang cukup serta makanan bernutrisi membantu mengganti energi yang hilang.

Olahraga juga tetap bermanfaat selama Ramadan jika dilakukan secara moderat. Manfaatnya termasuk membantu memperbaiki suasana hati dan membuat pola tidur lebih teratur.

Namun olahraga ekstrem seperti latihan HIIT (High Intensity Interval Training) atau aktivitas berat lainnya sebaiknya dijadwalkan setelah berbuka puasa saat tubuh sudah mendapat asupan energi.

Intinya, olahraga saat puasa bukanlah hal yang dilarang, tetapi perlu penyesuaian intensitas, waktu, dan kebutuhan tubuh agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Dengan memantau tanda-tanda tubuh seperti rasa pusing, lemas berlebihan, atau detak jantung cepat, kita bisa menentukan kapan waktu terbaik berolahraga saat Ramadan.

Penulis: Najihatun Fadlliyah

Leave a Comment