Celer.my.id – Umat Muslim di seluruh Tanah Air sepertinya harus mulai bersiap-siap lebih dini untuk menyambut kedatangan bulan suci tahun ini. Berbeda dari kebiasaan beberapa tahun terakhir, awal puasa Ramadan 1447 Hijriah diprediksi tidak akan jatuh pada bulan Maret, melainkan maju lebih cepat ke bulan Februari.
Perubahan jadwal yang cukup signifikan ini terjadi akibat perbedaan siklus perputaran waktu antara kalender Masehi dan kalender Hijriah. Karena kalender Islam mengacu pada peredaran bulan, maka setiap tahunnya penanggalan Hijriah akan maju sekitar 10 hingga 11 hari dibandingkan kalender matahari yang biasa kita gunakan.
Berdasarkan perhitungan astronomi dan kalender Islam global, tanggal 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Prediksi ini tentunya menjadi “alarm” bagi kita semua bahwa waktu untuk mempersiapkan diri menuju bulan penuh berkah ternyata tinggal sebentar lagi.
Majunya jadwal ini tentu membawa suasana yang sedikit berbeda karena kita akan menjalani ibadah puasa di tengah musim yang mungkin masih diwarnai curah hujan cukup tinggi di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi cuaca di bulan Februari yang biasanya sejuk dan lembap tentu memerlukan persiapan stamina dan kesehatan yang berbeda dibandingkan saat puasa di musim pancaroba.
Terkait penetapan pastinya, organisasi Islam besar seperti Muhammadiyah biasanya akan mengumumkan maklumat lebih awal berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Kepastian tanggal dari Muhammadiyah ini seringkali menjadi panduan awal bagi masyarakat untuk memperkirakan kapan sahur pertama akan dilaksanakan.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dan Nahdlatul Ulama kemungkinan besar akan menunggu hasil pemantauan langsung atau rukyatul hilal. Sidang Isbat biasanya akan digelar pada sore hari tanggal 29 Syakban untuk memastikan apakah hilal sudah terlihat atau belum sebagai tanda masuknya bulan baru.
Meskipun masih berupa prediksi, mengetahui tanggal ini sangatlah berguna bagi para pekerja maupun anak rantau yang hendak merencanakan cuti tahunan. Dengan estimasi puasa dimulai pertengahan Februari, maka Hari Raya Idul Fitri 1447 H kemungkinan besar akan jatuh pada akhir Maret 2026, yang berarti libur Lebaran akan datang lebih cepat.
Bagi para pelajar dan mahasiswa, pergeseran ini juga akan mempengaruhi kalender akademik sekolah dan kampus semester genap. Jadwal ujian tengah semester maupun libur panjang kemungkinan akan disesuaikan agar tidak berbenturan dengan puncak kegiatan ibadah di bulan Ramadan.
Mengingat waktu yang kian dekat, ada baiknya kita mulai melunasi hutang puasa tahun lalu jika memang masih ada yang tertinggal. Selain itu, persiapan spiritual seperti memperbanyak amalan di bulan Rajab dan Sya’ban bisa menjadi pemanasan yang baik sebelum memasuki Ramadan yang sesungguhnya.
Kita semua tentu berharap agar diberikan umur panjang dan kesehatan sehingga bisa berjumpa kembali dengan bulan yang penuh ampunan ini. Semangat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas iman harus terus dijaga, terlepas dari tanggal berapa pun awal puasa nanti akan ditetapkan.
Sebagai penutup yang penting untuk diingat, tanggal 18 Februari 2026 yang disebutkan di atas masih bersifat prediksi berdasarkan perhitungan hisab astronomis semata. Untuk mendapatkan kepastian yang valid dan sah secara hukum negara, kita tetap wajib menunggu pengumuman resmi hasil Sidang Isbat yang akan disampaikan oleh pemerintah pada waktunya nanti.