Celer.my.id – Kota Cirebon selalu menjadi titik henti yang paling dinanti oleh para pemudik yang melintasi jalur pantura.
Keramaian di pusat pasar mulai terlihat sejak memasuki ramadhan sampai Lebaran tahun ini.
Para pelancong biasanya langsung memadati kawasan Kanoman yang dikenal sebagai pusat kuliner tradisional tertua di kota udang.
Aroma khas terasi dan manisnya sirup legendaris mulai tercium kuat di sepanjang trotoar.
Terasi Udang dan Sirup Campolay yang Legendaris
Oleh-oleh pertama yang wajib masuk ke dalam kantong belanja adalah terasi udang asli Cirebon yang punya aroma sangat tajam.
Bumbu dapur ini menjadi primadona karena dibuat secara tradisional tanpa menggunakan bahan pewarna kimia berbahaya.
Selain terasi, sirup Campolay rasa pisang susu tetap menjadi juara bertahan yang paling banyak dicari wisatawan.
Keaslian resep yang dipertahankan sejak tahun 1936 membuat minuman ini memiliki tempat spesial di hati para kolektor rasa.
Kerupuk Melarat dan Olahan Hasil Laut
Jika anda menyukai camilan ringan, Kerupuk Melarat dengan baluran pasir panas menjadi pilihan unik yang sangat sehat.
Nama “melarat” sendiri diambil dari proses penggorengannya yang tidak menggunakan minyak goreng sama sekali.
Jangan lupakan pula berbagai olahan hasil laut seperti ikan asin jambal roti yang berdaging tebal dan sangat gurih.
Produk ini biasanya dikemas kedap udara agar tetap segar saat dibawa menempuh perjalanan jauh ke luar kota.
Batik Trusmi dan Kerajinan Lokal
Sedikit ke arah barat, Desa Wisata Batik Trusmi menawarkan beragam motif batik Mega mendung yang ikonik dan elegan.
Koleksi kain di sini tersedia mulai dari harga terjangkau hingga kualitas premium yang dikerjakan secara tulis.
Belanja di Trusmi tidak hanya soal gaya, tapi juga membantu menggerakkan roda ekonomi pengrajin lokal di wilayah Kabupaten Cirebon.
Anda bisa menemukan berbagai turunan produk batik seperti tas, dompet, hingga hiasan dinding yang menawan.
Persiapan Stok dan Tips Berbelanja
Para pedagang di pusat oleh-oleh mengaku telah meningkatkan stok barang hingga tiga kali lipat dibanding hari biasanya.
Hal ini dilakukan demi mengantisipasi lonjakan pembeli yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada arus balik nanti.
Bagi anda yang ingin menghindari antrean panjang, disarankan untuk datang berbelanja pada pagi hari sebelum pukul sembilan.
Pastikan juga mengecek tanggal kedaluwarsa terutama untuk produk makanan basah.
Penulis: Azhimah Nurfifah Maysa