Bedah Kualitas Pascal Struijk: Bek “Grade A” Premier League yang Didambakan Shin Tae-yong

Celer.my.id – Nama Pascal Struijk kembali mencuat kencang di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air sebagai kepingan puzzle terakhir yang paling dicari oleh pelatih Shin Tae-yong untuk menyempurnakan skuad Garuda. Bek tangguh yang kini menjadi pilar utama di kompetisi Liga Inggris bersama Leeds United ini dinilai memiliki atribut super lengkap untuk membawa pertahanan Timnas Indonesia naik ke level dunia.

Label “Grade A” yang melekat padanya bukan sekadar isapan jempol belaka, mengingat pengalaman segudangnya menghadapi striker-striker ganas di kompetisi Eropa setiap pekannya. Ketenangannya dalam mengawal lini belakang serta kemampuan membaca permainan yang di atas rata-rata menjadikannya sosok pemimpin natural yang sangat dibutuhkan oleh timnas saat menghadapi tekanan tinggi.

Salah satu keunggulan taktis utama Struijk adalah kaki kirinya yang sangat “hidup”, sebuah aset langka bagi seorang bek tengah modern dalam skema build-up play atau menyusun serangan dari bawah. Kemampuan distribusi bolanya yang akurat akan sangat memanjakan para gelandang Timnas Indonesia, sehingga aliran bola dari lini pertahanan ke depan bisa berjalan lebih cair, cepat, dan progresif.

Dengan postur menjulang setinggi 190 cm, pemain kelahiran Deurne, Belgia ini adalah monster menakutkan dalam duel-duel udara yang selama ini kerap menjadi titik lemah tim-tim asal Asia Tenggara. Kehadirannya dipastikan akan membuat gawang Indonesia jauh lebih aman saat menghadapi situasi bola mati atau umpan silang lambung dari lawan-lawan berpostur raksasa di level Kualifikasi Piala Dunia.

Fleksibilitas posisi juga menjadi nilai tambah yang luar biasa, karena selain sangat fasih bermain sebagai bek tengah, Struijk juga bisa dioperasikan sebagai gelandang bertahan atau bek kiri jika situasi mendesak. Kecerdasan taktis semacam ini sangat disukai oleh Coach Shin Tae-yong yang gemar melakukan rotasi taktik atau perubahan formasi ekstrem di tengah pertandingan untuk membingungkan strategi lawan.

Bayangkan saja jika tembok pertahanan Indonesia diisi oleh kombinasi trio menara: Pascal Struijk, Jay Idzes, dan Mees Hilgers/Justin Hubner. Kombinasi ini tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga memiliki football intelligence atau kecerdasan bermain standar Eropa yang akan membuat frustrasi penyerang lawan manapun di Asia.

Berdasarkan data statistik performanya bersama Leeds United di musim [2025/2026], Struijk mencatatkan angka intersep, sapuan bola, dan persentase kemenangan duel yang konsisten tinggi di setiap pekannya. Konsistensi performa di liga sekeras Inggris inilah yang membedakan pemain kelas dunia dengan pemain rata-rata, dan kualitas inilah yang sedang mati-matian coba dibawa PSSI ke Jakarta.

Meski memiliki darah Indonesia yang mengalir dari garis keturunan orang tuanya, proses pendekatan terhadap pemain sekelas Struijk tentu membutuhkan kesabaran dan strategi khusus karena menyangkut karier profesionalnya di Eropa. Namun, dengan prestasi Timnas Indonesia yang terus meroket dan peluang tampil di panggung dunia yang semakin terbuka, daya tawar Garuda di mata pemain diaspora top tentu semakin seksi.

Jika transfer kewarganegaraan ini benar-benar terwujud dalam waktu dekat, maka Indonesia bisa dibilang akan memiliki salah satu lini pertahanan termewah dan terkuat di benua Asia. Ini bukan lagi soal mimpi menjuarai turnamen regional ASEAN, tetapi targetnya sudah melompat jauh untuk bersaing kompetitif melawan raksasa-raksasa Asia seperti Jepang, Korea Selatan, atau Iran.

Kini, bola ada di tangan PSSI untuk meyakinkan sang pemain dan merampungkan administrasi agar Pascal Struijk bisa segera mengenakan jersey Merah Putih dengan lambang Garuda di dada. Kita sebagai suporter setia hanya bisa berharap dan berdoa agar foto salaman ikonik dengan Ketua Umum PSSI segera menghiasi linimasa media sosial sebagai tanda kesepakatan telah tercapai.

Leave a Comment