Bernabeu Berduka: Xabi Alonso Resmi Letakkan Jabatan di Tengah Badai Kritik

Celer.my.id – Kabar mengejutkan datang dari Santiago Bernabeu tepat setelah kekalahan menyakitkan di final super Spanyol menghadapi Barcelona. Xabi Alonso secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi pelatih kepala Real Madrid pada Senin siang waktu setempat, menyusul pertemuan darurat dengan manajemen klub.

Keputusan berat ini diambil sang pelatih karena rentetan hasil yang kurang memuaskan yang dialami Los Blancos dalam beberapa pekan terakhir di berbagai kompetisi. Puncaknya adalah kekalahan tipis 3-2 dari rival abadi mereka yaitu Barcelona di Jeddah, yang dinilai menejemen sebagai alarm bahaya bagi stabilitas tim di sisa musim ini.

Dalam konferensi pers yang digelar secara mendadak, Xabi tampak tegar namun tidak bisa menyembunyikan raut kekecewaannya di wajahnya saat berbicara di depan puluhan awak media. Ia menegaskan bahwa langkah mundur ini adalah bentuk tanggung jawab professionalnya sebagai pemimpin, demi kebaikan klub yang sangat ia cintai tersebut agar segera bangkit dari keterpurukan.

Florentino Perez selaku Presiden Real Madrid dikabarkan telah menerima surat pengunduran diri tersebut secara langsung, meskipun dengan hati yang cukup berat. Manajemen klub menyadari bahwa tekanan public dan sorotan media Spanyol sudah terlalu besar untuk ditangani oleh pelatih muda tersebut dalam situasi kritis seperti ini.

Masa kepelatihan Xabi Alonso di Real Madrid memang bisa dibilang cukup singkat dan penuh dengan ekspetasi tinggi yang membebani pundaknya sejak hari pertama kedatangannya. Menggantikan sosok pelatih legendaris Carlo Ancelotti tentu bukan tugas yang mudah, apalagi dengan tuntutan standar tinggi untuk selalu menang dan mendominasi di setiap pertandingan.

Banyak pengamat sepak bola Spanyol menilai bahwa gaya permainan yang diterapkan Xabi Alonso sebenarnya cukup modern, taktis, dan atraktif untuk dinikmati oleh para penggemar. Sayangnya, masalah inkonsistensi di lini pertahanan dan kegagalan memenangkan laga-laga krusial big match membuat posisinya semakin terjepit di mata supporter.

Reaksi para pemain Real Madrid di ruang ganti pun beragam, namun mayoritas menunjukkan rasa sedih mendalam atas kepergian pelatih yang juga merupakan salah satu legenda klub tersebut. Vinicius Junior dan Jude Bellingham bahkan terlihat meninggalkan tempat latihan Valdebebas dengan wajah murung setelah mendengar kabar perpisahan resmi dari sang entrenador.

Foru-forum pendukung Madridista di dunia maya langsung meledak dengan berbagai spekulasi panas mengenai siapa sosok yang pantas menggantikan posisi Xabi di kursi panas tersebut. Nama-nama besar pelatih kelas dunia seperti Zinedine Zidane hingga Jurgen Klopp kembali muncul ke permukaan sebagai kandidat terkuat untuk menyelamatkan sisa musim Real Madrid.

Tantangan bagi pelatih baru nanti dipastikan akan sangat berat karena Real Madrid masih harus berjuang mati-matian mengejar ketertinggalan poin di papan atas klasemen La Liga. Selain itu, ambisi besar klub untuk kembali meraih kejayaan di panggun Liga Champion masih menjadi target harga mati yang tidak bisa ditawar oleh jajaran direksi.

Xabi Alonso sendiri belum memberikan banak bocoran mengenai rencana masa depannya setelah meninggalkan Ibukota Spanyol dalam waktu dekat ini. Isu yang beredar kencang menyebutkan bahwa ia mungkin akan mengambil waktu rehat sejenak dari hiruk-pikuk dunia sepak bola untuk menenangkan pikiran bersama keluarganya.

Perpisahan dramatis ini menjadi pengingat keras bagi siapa saja bahwa kursi pelatih Real Madrid adalah salah satu pekerjaan paling panas dan tidak kenal ampun di dunia olahraga professional. Tidak peduli seberapa besar nama anda sebagai legenda klub semasa bermain, hasil akhir di lapangan tetap menjadi tolak ukur utama yang menentukan nasib karier.

Kini, Real Madrid harus segera berbenah cepat dan melupakan drama internal ini untuk fokus menghadapi sisa pertandingan krusial di musim 25/26. Para penggemar setia Los Blancos hanya bisa berharap badai kritik ini segera berlalu dan tim kesayangan mereka bisa kembali menemukan mentalitas pemenang secepatnya.

Leave a Comment