Celer.my.id – Para investor logam mulia kembali memfokuskan perhatiannya pada pergerakan harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari Selasa, 27 Januari 2026 ini. Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, perak sering kali menjadi alternatif aset pelindung nilai atau safe haven yang menarik selain emas karena harganya yang lebih terjangkau.
Berdasarkan pantauan tren pasar terkini, harga perak batangan Antam hari ini menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil dengan potensi fluktuasi tipis dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Namun, karena harga logam mulia sangat bergantung pada pasar dunia yang bergerak dinamis, angka nominal pastinya sangat disarankan untuk diverifikasi langsung melalui situs resmi Logam Mulia atau butik Antam terdekat demi keakuratan transaksi.
Secara umum, harga dasar perak batangan ukuran 250 gram yang sering menjadi acuan—biasanya dibanderol di kisaran harga jutaan rupiah yang cukup kompetitif bagi investor pemula. Penting untuk diingat bahwa harga yang tercantum di tabel resmi biasanya belum termasuk pajak PPh 22, sehingga total biaya yang harus dikeluarkan pembeli akan sedikit lebih tinggi dari harga dasar tersebut.
Faktor utama yang mempengaruhi naik turunnya harga perak hari ini tidak terlepas dari kondisi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang sedang terjadi. Selain itu, harga perak spot dunia (silver spot price) juga menjadi indikator kuat yang secara langsung mendikte harga jual beli perak di pasar domestik Indonesia.
Bagi Anda yang berniat menjual kembali atau melakukan buyback, harga penerimaan kembali oleh butik Antam juga perlu diperhatikan karena biasanya memiliki selisih spread dengan harga beli. Harga buyback ini adalah harga yang akan Anda terima jika menjual perak batangan kembali ke Antam, dan nilainya pasti lebih rendah daripada harga saat Anda membelinya hari ini.
Investasi perak memang memiliki karakter yang unik karena selain sebagai aset investasi, perak juga merupakan bahan baku industri yang permintaannya bisa naik saat sektor manufaktur global menggeliat. Hal ini membuat harga perak terkadang memiliki volatilitas atau lonjakan yang lebih agresif dibandingkan emas dalam kondisi pasar tertentu.
Untuk pembelian di butik resmi, ketersediaan stok batang perak dengan gramasi kecil hingga besar seperti 5 kg sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu karena peminatnya cukup tinggi. Pembelian secara daring melalui situs resmi atau marketplace mitra Antam kini menjadi opsi yang lebih disukai karena lebih praktis dan terjamin keasliannya.
Sesuai dengan peraturan menteri keuangan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian perak batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,25% bagi yang memiliki NPWP. Sementara bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP, potongan pajak yang dikenakan akan lebih besar yakni 0,5% yang langsung dipotong saat transaksi.
Melihat tren jangka panjang, perak tetap dianggap sebagai instrumen diversifikasi yang sehat untuk melengkapi portofolio investasi Anda di tahun 2026 ini. Meskipun kenaikannya mungkin tidak sepopuler emas, perak memiliki pasar tersendiri yang sangat loyal dan likuiditas yang cukup terjaga di Indonesia.
Jika Anda masih ragu untuk masuk pasar hari ini, strategi wait and see atau membeli secara bertahap (Dolar Cost Averaging) bisa menjadi langkah bijak untuk meminimalisir risiko kerugian. Jangan lupa untuk selalu memantau grafik harga secara berkala agar tidak kehilangan momentum terbaik untuk membeli atau menjual aset Anda.
Bagi masyarakat yang baru ingin memulai, berat satuan 250 gram sering direkomendasikan sebagai titik awal yang seimbang antara harga per gram dan kemudahan penyimpanan. Semoga informasi harga hari ini bisa menjadi referensi yang bermanfaat sebelum Anda memutuskan untuk menambah koleksi logam mulia.
Menutup laporan pasar hari ini, keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda dengan mempertimbangkan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing. Pastikan Anda selalu bertransaksi di tempat yang terpercaya dan resmi untuk menghindari risiko penipuan atau barang palsu yang merugikan.