Celer.my.id – Jagat maya kembali dihebohkan dengan kemunculan berbagai gambar render digital yang diduga sebagai wujud reinkarnasi dari Daihatsu Espass untuk model tahun 2026. Fenomena ini memicu diskusi hangat di kalangan pecinta otomotif nasional yang rindu akan sosok minibus praktis dengan pintu geser yang pernah berjaya di era 90-an hingga 2000-an tersebut.
Gambar-gambar yang beredar memperlihatkan desain yang jauh lebih modern dengan garis bodi tegas, namun tetap mempertahankan siluet boxy alias kotak yang menjadi ciri khas utamanya demi memaksimalkan ruang kabin. Lampu depan yang sipit dengan teknologi LED dan grille minimalis memberikan kesan futuristik yang seakan ingin menepis kesan mobil niaga konvensional pada umumnya.
Namun, perlu kami tegaskan bahwa informasi mengenai kehadiran Espass 2026 ini sejauh ini masih bersifat spekulatif dan belum dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak pabrikan. Mayoritas visual yang Anda lihat di media sosial kemungkinan besar adalah karya kreativitas para desainer digital (digimod) yang menuangkan imajinasi mereka, bukan bocoran resmi dari PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Meskipun belum ada lampu hijau dari pabrikan, antusiasme masyarakat membuktikan bahwa pasar Indonesia masih sangat terbuka untuk MPV pintu geser dengan harga yang terjangkau di bawah Luxio atau Gran Max. Kemudahan akses keluar masuk penumpang di lahan parkir sempit menjadi nilai jual utama model pintu geser yang sulit ditandingi oleh mobil dengan pintu ayun biasa.
Jika berandai-andai mobil ini benar diproduksi ulang, PR terbesar Daihatsu tentu ada pada aspek keselamatan, khususnya terkait posisi mesin dan crumple zone di bagian depan. Espass lawas dikenal dengan posisi mesin di bawah jok depan yang membuat kabin panas dan risiko tinggi saat tabrakan frontal, sehingga model baru nanti wajib memiliki moncong depan yang lebih aman.
Dari segi dapur pacu, para pengamat memprediksi mesin 1.500cc Dual VVT-i yang kini dipakai oleh Gran Max akan menjadi kandidat terkuat jika Espass ‘Reborn’ ini menjadi kenyataan. Mesin tersebut sudah teruji ketangguhannya di berbagai medan jalanan Indonesia, irit bahan bakar, serta memiliki biaya perawatan yang sangat bersahabat bagi kantong keluarga maupun pengusaha.
Isu lain yang tak kalah menarik adalah kemungkinan nama “Espass” akan digunakan untuk melabeli versi produksi massal dari mobil konsep listrik Daihatsu Vizion-F yang sempat dipamerkan beberapa waktu lalu. Strategi membangkitkan nama legendaris untuk produk berteknologi baru bukanlah hal asing di industri otomotif, dan ini bisa menjadi jembatan nostalgia yang efektif.
Namun, kita harus realistis melihat bahwa posisi pasar Espass saat ini sebenarnya sudah diisi dengan sangat baik oleh Daihatsu Gran Max dan Luxio yang mendominasi segmen niaga dan penumpang entry level. Menghadirkan model ketiga di segmen yang sama berpotensi memakan pangsa pasar saudara kandungnya sendiri alias kanibalisme produk yang biasanya dihindari oleh pabrikan.
Meski demikian, desakan netizen agar Daihatsu menghadirkan penantang baru yang lebih nyaman dari Gran Max namun lebih murah dari Luxio terus mengalir deras di kolom komentar media sosial. Banyak keluarga muda yang menginginkan mobil harian yang muat banyak dan lega, tapi dengan desain yang tidak terlalu kaku seperti mobil pengantar paket.
Bagi Anda yang sudah terlanjur berharap, ada baiknya menahan ekspektasi dan menunggu momen pameran otomotif besar seperti GIIAS 2026 untuk melihat apakah ada kejutan resmi dari Daihatsu. Biasanya, pabrikan akan melihat respon publik terhadap isu-isu viral seperti ini sebagai salah satu pertimbangan dalam riset pengembangan produk masa depan mereka.
Sementara menunggu kepastian yang belum jelas hilalnya, memburu unit bekas Daihatsu Espass lawas dan melakukan restorasi total bisa menjadi alternatif mengobati rindu. Dengan sentuhan modifikasi kekinian dan peremajaan mesin, Espass tua pun masih bisa tampil gaya dan fungsional untuk menemani aktivitas keluarga di tahun 2026 ini.
Kesimpulannya, Daihatsu Espass 2026 untuk saat ini masih sebatas mimpi indah dan harapan para loyalis merek tersebut yang belum terwujud dalam bentuk fisik resmi. Kita doakan saja semoga aspirasi konsumen Indonesia ini didengar, sehingga legenda ‘Zebra Espass’ bisa kembali mengaspal dengan wajah dan teknologi yang jauh lebih canggih.