Celer.my.id – Pertanyaan besar kini menjadi benak para investor ritel maupun kelas atas melihat grafik harga emas yang terus meningkat di awal tahun 2026 ini. Rekor harga tertinggi sepanjang masa yang baru saja pecah pekan ini membuat banyak orang ragu untuk membeli emas di harga yang meningkat cukup drastis.
Para analis komoditas senior menyarankan agar calon pembeli menahan diri sejenak dan tidak terburu-buru melakukan pembelian dalam jumlah besar secara sekaligus. Pola pasar menunjukkan bahwa setelah kenaikan vertikal yang ekstrem, biasanya akan terjadi fase koreksi teknikal atau aksi ambil untung (profit taking) dari para pemain besar.
Waktu terbaik untuk mulai “menyerok” kembali emas diprediksi akan muncul pada pertengahan Februari hingga awal Maret nanti ketika euforia pasar mulai sedikit mereda. Momen ini sering kali disebut sebagai healthy correction, di mana harga turun sejenak untuk mencari pijakan harga baru sebelum melanjutkan tren kenaikan jangka panjangnya.
Secara musiman, harga emas juga kerap mengalami sedikit tekanan jual pasca perayaan Tahun Baru Imlek karena berkurangnya permintaan fisik yang masif dari wilayah Asia Timur, khususnya Tiongkok. Penurunan permintaan musiman ini bisa dimanfaatkan oleh investor cerdas di tanah air untuk masuk pasar dengan mendapatkan harga “diskon” yang lebih masuk akal.
Namun, jika Anda adalah tipe investor yang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk memantau grafik harian, strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau mencicil tetap menjadi jawaban paling relevan saat ini. Dengan membeli rutin dalam nominal kecil setiap bulan tanpa mempedulikan harga, Anda akan mendapatkan harga rata-rata yang aman di tengah volatilitas pasar 2026 yang gila-gilaan.
Penting untuk diingat bahwa membeli emas saat harga sedang rally kencang seperti sekarang mengandung risiko jangka pendek yang cukup tinggi jika mental Anda belum siap menghadapi fluktuasi. Penurunan harga harian bisa saja membuat nilai portofolio Anda tampak merah dalam hitungan hari, meskipun tren jangka panjang emas tetap dinilai bullish.
Indikator makroekonomi seperti pengumuman suku bunga The Fed pada kuartal pertama ini juga wajib masuk dalam radar pantauan Anda sebelum memutuskan melakukan transaksi dalam jumlah besar. Jika Bank Sentral Amerika Serikat memberikan sinyal positif untuk penguatan ekonomi mereka, biasanya harga emas akan terkoreksi cukup dalam dan itulah golden moment bagi Anda untuk beraksi.
Bagi investor jangka panjang dengan horizon waktu di atas lima tahun, harga yang dianggap “pucuk” hari ini sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan secara berlebihan. Sejarah berulang kali membuktikan bahwa harga yang dianggap sangat mahal pada lima tahun lalu kini justru terlihat sangat murah jika dibandingkan dengan harga sekarang.
Kunci utamanya adalah menggunakan “uang dingin” atau dana yang memang tidak akan dipakai dalam jangka waktu dekat agar Anda tidak terpaksa jual rugi saat harga sedang turun. Manajemen keuangan yang disiplin dan kesabaran jauh lebih menentukan kesuksesan investasi emas daripada sekadar kepandaian menebak harga terendah di pasar.
Jadi, siapkan dana tunai Anda sekarang dan bersabarlah menunggu momentum koreksi yang diprediksi para pakar akan segera tiba dalam beberapa pekan ke depan. Jangan biarkan rasa takut ketinggalan momen atau FOMO mengalahkan logika investasi sehat yang selama ini sudah Anda bangun dengan susah payah.