Celer.my.id – Masyarakat kini mulai mempertanyakan kembali mengenai aturan dan hukum menjalankan puasa sunnah bagi umat Islam setelah melewati malam Nisfu Syaban. Topik ini menjadi perbincangan penting mengingat bulan suci Ramadan sudah semakin dekat dan banyak orang ingin memaksimalkan amal ibadah mereka di sisa waktu yang ada.
Dalam tinjauan hukum Islam, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kebolehan berpuasa jika sudah memasuki pertengahan kedua bulan Syaban. Sebagian ulama berpendapat bahwa berpuasa setelah tanggal 15 Syaban dilarang kecuali bagi mereka yang sudah memiliki kebiasaan puasa rutin sebelumnya.
Aturan ini didasarkan pada kekhawatiran agar umat Islam tidak merasa kelelahan atau kehilangan tenaga saat memasuki bulan wajib Ramadan nanti. Larangan tersebut bertujuan untuk memberikan jeda waktu istirahat bagi tubuh agar kondisi fisik tetap prima saat menjalankan kewajiban puasa sebulan penuh.
Namun, bagi seseorang yang memiliki hutang puasa Ramadan tahun lalu, mereka tetap diwajibkan untuk menggantinya meskipun sudah melewati pertengahan bulan Syaban. Dalam kondisi ini, membayar hutang puasa hukumnya adalah wajib dan harus didahulukan sebelum datangnya bulan puasa yang baru agar tanggungan ibadah segera lunas.
Selain itu, individu yang sudah terbiasa menjalankan puasa Senin-Kamis atau puasa Daud diperbolehkan untuk tetap melanjutkan kebiasaan baik tersebut tanpa ada halangan. Konsistensi dalam menjalankan ibadah sunnah yang sudah rutin dilakukan dianggap tidak melanggar aturan jeda waktu yang dimaksudkan oleh sebagian pendapat ulama.
Para ahli agama menyarankan agar masyarakat yang ingin berpuasa sunnah di akhir bulan Syaban tetap memperhatikan kondisi kesehatan pribadi masing-masing dengan sangat baik. Jika dirasa kondisi tubuh sedang tidak fit, lebih baik memfokuskan energi pada amalan ibadah lainnya seperti memperbanyak bacaan Al-Qur’an dan bersedekah.
Penting bagi setiap muslim untuk memahami dasar hukum ini agar ibadah yang dilakukan tidak hanya berdasar pada keinginan pribadi, tetapi juga mengikuti tuntunan yang benar. Pemahaman yang luas akan membantu kita dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan penuh ketenangan dan keyakinan hati yang mantap.
Mari kita persiapkan diri menyambut bulan suci dengan ilmu yang cukup agar setiap amalan yang dikerjakan membuahkan pahala yang maksimal di sisi Allah SWT. Semoga sisa waktu di bulan Syaban ini dapat kita manfaatkan untuk memperbaiki diri sekaligus melatih kesabaran sebelum menunaikan ibadah puasa yang sesungguhnya.