Celer.my.id – Tekanan inflasi pada sektor pangan mulai dirasakan masyarakat seiring melonjaknya harga sejumlah komoditas pokok di berbagai pasar tradisional pada awal Februari 2026. Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang.
Harga cabai rawit merah kini telah menyentuh angka Rp75.300 per kilogram di tingkat pedagang eceran. Sementara itu, bawang merah juga menunjukkan tren serupa dengan harga rata-rata nasional mencapai Rp43.800 per kilogram.
Kenaikan tidak hanya terjadi pada bumbu dapur, namun juga merambah ke sektor protein hewani dan beras kualitas premium. Berikut adalah tabel perbandingan harga rata-rata nasional yang dihimpun per 10 Februari 2026:
Komoditas | Harga Rata-rata (Per Kg/Liter) | Status Perubahan |
- Cabai Rawit Merah | Rp75.300 | Melonjak Tajam |
- Daging Sapi (Kualitas I) | Rp143.450 | Naik Tipis |
- Beras Kualitas Super I | Rp17.150 | Bertahan Tinggi |
- Telur Ayam Ras | Rp31.750 | Stabil Tinggi |
- Minyak Goreng Curah | Rp18.900 | Naik |
- Gula Pasir Premium | Rp19.850 | Naik |
Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa perubahan cuaca yang terjadi di beberapa wilayah sentra produksi menjadi penyebab utama terhambatnya distribusi pangan. Musim hujan yang ekstrem memicu gagal panen pada petani cabai, sehingga pasokan ke pasar induk berkurang drastis.
Selain faktor alam, meningkatnya permintaan menjelang bulan suci Ramadan juga turut mendongkrak harga secara musiman. Pemerintah melalui Satgas Pangan terus berupaya melakukan sidak pasar guna memastikan tidak ada penimbunan stok oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melakukan pembelian secukupnya (bijak berbelanja) guna menjaga kestabilan stok di pasar.