Celer.my.id – Memasuki pergantian tahun dalam kalender lunar, tradisi masyarakat Tionghoa kembali menyoroti fenomena “Shio Ciong” yang diyakini membawa energi kurang selaras. Fenomena ini seringkali memicu kekhawatiran terkait nasib sial, hambatan karier, hingga potensi gangguan kesehatan sepanjang tahun berjalan.
Bagi mereka yang shionya dianggap bertentangan dengan penguasa tahun ini, ritual pembersihan diri menjadi agenda yang sangat penting. Ritual tersebut bukan sekadar tradisi kuno, melainkan upaya spiritual untuk menyeimbangkan kembali energi negatif yang mungkin mengintai.
Langkah utama yang biasanya dilakukan oleh umat adalah mendatangi kelenteng untuk melakukan ritual Ciswak atau buang sial. Prosesi ini melibatkan doa-doa khusus serta persembahan sebagai simbol permohonan perlindungan kepada Yang Maha Kuasa.
Selain doa, pelepasan satwa ke alam bebas atau Fangshen juga menjadi bagian dari upaya tolak bala ini. Melepaskan burung atau kura-kura ke habitat aslinya dipercaya dapat memperpanjang usia dan mendatangkan karma baik bagi pelakunya.
Penggunaan atribut berwarna merah cerah juga sangat disarankan bagi mereka yang sedang mengalami masa Ciong. Warna merah dianggap sebagai simbol keberanian dan kekuatan yang mampu mengusir roh jahat serta energi gelap yang menghambat kesuksesan.
Namun, para ahli fengshui mengingatkan bahwa ritual fisik saja tidak akan cukup tanpa adanya perubahan sikap mental. Pengendalian diri, kesabaran, dan ketelitian dalam mengambil keputusan besar menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan tahun ini.
Donasi atau amal kepada sesama yang membutuhkan juga dipandang sebagai cara efektif untuk mencairkan ketegangan energi. Dengan berbagi rezeki, seseorang diyakini sedang membangun benteng spiritual yang kuat untuk menangkal berbagai bentuk kemalangan.
Pada akhirnya, ritual Shio Ciong adalah bentuk mawas diri agar manusia tetap rendah hati dalam menjalani kehidupan. Melalui kombinasi antara tradisi dan kebijaksanaan, diharapkan keharmonisan tetap terjaga meski berada di bawah bayang-bayang ketidakberuntungan.